Dirikan 7.000 SPKLU, Berkat Cawan Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Upaya pemerintah menerapkan program energi hijau mendapat dukungan penuh dari Berkat Cawan Group–korporasi yang mengintegrasikan konsep go green dari hulu ke hilir. Salah satu programnya membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU) di 7.000 titik seluruh Indonesia. “Kami berkomitmen mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional,” kata Owner PT Berkat Cawan Group Albert Junior, di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Berkat Cawan telah menyiapkan stasiun pengisian EV Charger bermerk Starcharge yang telah melalui uji standar menyeluruh. “Perangkat tersebut telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, dengan jaminan kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitasnya beragam, mulai dari 60 kW hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus dan truk listrik,” jelasnya. Sementara di hulu, Berkat Cawan tengah membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di daerah Sukabumi berkapasitas 220 megawatt. PLTA tersebut juga dilengkapi saluran irigasi untuk mengairi sawah warga setempat. Sebelumnya, melalui anak perusahaan PT Berkat Cawan Energi telah rampung pembangunan dua PLTA yakni, PLTA Cibuni berkapasitas 99 MW dan PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. “Kami telah menuntaskan studi kelayakan, topografi, hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) hingga interkonesi jaringan yang detail. Selain itu, perizinan seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk Kawasan Industri serta PKKPR Real Estate yang diperuntukkan bagi pengembangan smelter, pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh,” urai Albert. Saat ini, Berkat Cawan telah mengantongi ijin Kawasan Industri di Sukabumi seluas 100 hektar. Juga memiliki real estaete smelter untuk mineral logam. Dan, driling alat-alat berat. “Semua telah memiliki hak cipta dan ini murni hasil karya anak bangsa yang mempunyai kemauan untuk membangun bangsa ini. Saat ini, kami berencana melakukan revenari minyak untuk Pertamina di Jawa Tengah,” ujarnya. Komitmen perusahaan dalam berinvestasi diperkuat dengan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan dengan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi,” terangnya. Albert menambahkan, konsep terintegrasi dari hulu ke hilir dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal tersebut tidak hanya mendukung program Go Green Energy, tetapi juga memastikan pasokan listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program pemerintah sekaligus membangun pondasi kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” tukasnya. Dirinya berharap pemerintah bisa mendukung dalam bentuk kemudahan perizinan. “Berbagai proyek ini juga tentu akan membuka lowongan kerja yang besar,” ucapnya. Albert mendorong adanya dialog yang intens antara pemerintah dengan para investor, khususnya anak-anak bangsa yang terpanggil membangun negerinya. “Banyak putra-putri bangsa yang memiliki kemampuan hebat dan finansial yang kuat untuk berinvestasi. Disinilah peran pemerintah harus dapat membuka ruang seluas-luasnya tanpa bergantung dengan investor asing. Berikan kesempatan kepada anak-anak bangsa untuk memajukan negaranya sendiri. Prinsipnya, dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” pungkasnya. (*) Sumber : https://wartaekonomi.co.id/read612563/dirikan-7000-spklu-berkat-cawan-dukung-ekosistem-kendaraan-listrik
Pengusaha Tenaga Listrik: Ketahanan Energi Dukung Kemandirian Pangan

Jakarta – Saat ini, energi air (hidropower) masih menjadi kontributor terbesar dalam bauran energi terbarukan di Indonesia. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), energi potensial dan kinetik dari aliran air diubah menjadi listrik yang bersih, terbarukan, dan efisien. Dengan potensi mencapai sekitar 76,09 GW dan kapasitas terpasang sekitar 19.385 MW, pengembangan PLTA dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) menjadi prioritas dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat kemandirian energi, khususnya di wilayah terpencil. “Saat ini, dua proyek yakni, PLTA Cibuni berkapasitas 99 MW di Sukabumi dan Cianjur dan PLTA Cimandiri kapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat, tengah dirampungkan oleh PT Berkat Cawan Energi. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik nasional sekaligus menjadi bagian penting dalam akselerasi transisi energi bersih di Indonesia,” kata Albert Junior, Owner PT Berkat Cawan Group, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 30 April 2026. Dari sisi perizinan, sudah rampung dan tahun ini masuk tahap konstruksi. Menurutnya, sebagai wilayah yang dikelilingi air, sangat tepat bila Indonesia mampu memanfaatkannya menjadi energi listrik. Seperti PLTA di Sukabumi menjadi penyuplai listrik di Jawa Barat. Dirinya berkeyakinan, jika potensi energi air dimanfaatkan optimal, Indonesia berpeluang besar mencapai kemandirian energi tanpa harus mengorbankan lahan pertanian maupun perkebunan. Ketahanan Pangan Lebih jauh Albert mengatakan, ketahanan energi erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Sebab, pengelolaan sumber daya air berguna juga untuk irigasi dan penyediaan air bersih. “Ada tiga manfaat utama yang bisa kita peroleh, yakni energi listrik, dukungan untuk pertanian, dan pengelolaan air bersih. Bahkan kualitas airnya pun bisa lebih terjamin,” tuturnya. Baginya, sistem pengelolaan air menjadi faktor kunci dalam mendukung produktivitas pertanian. Apabila pasokan energi terganggu, terutama yang masih bergantung pada batu bara, maka distribusi listrik akan terdampak, yang pada akhirnya mengganggu seluruh rantai produksi pangan, mulai dari pengairan hingga pengolahan hasil pertanian. Dia menambahkan, jika kita ingin memperkuat ketahanan pangan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membenahi infrastruktur energi, khususnya listrik. Terpenting bagaimana kita menciptakan energi listrik yang benar-benar berasal dari energi baru terbarukan, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti air. Indonesia memiliki banyak sungai, sehingga tidak harus selalu bergantung pada sumber energi lain,” jelasnya. Dirinya juga menyoroti tingginya harga energi dan mineral yang dipengaruhi oleh masih dominannya penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar. Kondisi ini berdampak pada biaya produksi listrik, termasuk yang dikelola oleh PLN, sehingga harga jual listrik menjadi relatif tinggi. “Perlu transformasi dengan menjadikan energi air menjadi solusi strategis. Ia mencontohkan proyek yang tengah dikembangkan di Sukabumi sebagai upaya nyata menggantikan ketergantungan terhadap batu bara dengan energi terbarukan,” imbuhnya. Diakuinya, penggunaan energi fosil di wilayah seperti Jawa dan Bali masih sangat besar. Padahal, cadangan batu bara semakin menipis, sementara air merupakan sumber daya yang tidak akan habis. Selain itu, biaya produksi dan distribusi batu bara juga semakin meningkat. “Target pemerintah ke depan seharusnya difokuskan pada optimalisasi sumber daya yang sudah ada, khususnya dengan mengalihkan ketergantungan energi fosil menuju energi air. Selama ini air baru dimanfaatkan sebatas untuk irigasi, padahal jika dikelola secara terintegrasi dengan pembangkit listrik, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi sektor pertanian dan penyediaan air bersih,” katanya. Dia memprediksi, tanpa langkah konkrit, dalam lima tahun ke depan, risiko krisis energi dapat terjadi akibat menipisnya cadangan energi fosil. Ia pun mengajak semua pihak untuk segera mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan memaksimalkan potensi energi air yang melimpah di Indonesia. Albert berkomitmen mengembangkan investasi energi air dengan kapasitas mencapai 250 megawatt di Sukabumi. Proyek serupa juga akan dibuat di Gorontalo dengan melibatkan masyarakat setempat serta memanfaatkan lahan yang dimilikinya. Albert berharap pemerintahan Prabowo Subianto dapat memberi dukungan penuh terhadap program pengembangan energi terbarukan, sekaligus memastikan tidak adanya praktik-praktik yang merusak ekosistem energi nasional. Sumber : https://rri.co.id/jakarta/asta-cita/2379429/pengusaha-tenaga-listrik-ketahanan-energi-dukung-kemandirian-pangan
Berkat Cawan Group Gaspol Akselerasi Investasi Energi Hijau dari Hulu ke Hilir

Dalam mendukung target emisi nol bersih pemerintah, PT Berkat Cawan Group mengambil langkah nyata dengan membangun ekosistem energi hijau terintegrasi dari hulu hingga hilir. Perseroan memantapkan investasi di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta memperluas infrastruktur kendaraan listrik melalui SPKLU di berbagai wilayah Tanah Air. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group Albert Junior di Jakarta, Selasa (7/10/2025). Albert menambahkan, fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. Menurut Albert, penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. “Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku,” jelas Albert. Di sektor hilir, Albert menambahkan, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik,” tambah Albert. Lebih lanjut Albert mengatakan, konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. Sumber : https://investor.id/business/412332/berkat-cawan-group-gaspol-akselerasi-investasi-energi-hijau-dari-hulu-ke-hilir
Komitmen Berkat Cawan Group: Akselerasi Investasi Energi Hijau dari Hulu ke Hilir

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih ,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior di Jakarta, Sabtu (5/10/2025). Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. Sumber : https://ekbis.sindonews.com/read/1629383/34/komitmen-berkat-cawan-group-akselerasi-investasi-energi-hijau-dari-hulu-ke-hilir-1759767031
Percepat Transisi Energi Hijau, Berkat Cawan Group Bangun PLTA dan SPKLU

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior di Jakarta, Sabtu (5/10/2025). Rampungkan Pembangunan PLTA Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius,” jelas Albert. “Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” lanjutnya. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Hadirkan SPKLU Berskala Nasional Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. (*) Sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/7738013/percepat-transisi-energi-hijau-berkat-cawan-group-bangun-plta-dan-spklu
Komitmen Nyata Berkat Cawan Group dalam Akselerasi Investasi Energi Hijau dari Hulu ke Hilir

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior di Jakarta, Sabtu (5/10/2025). Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. Sumber : https://jakarta.tribunnews.com/adv/424146/komitmen-nyata-berkat-cawan-group-dalam-akselerasi-investasi-energi-hijau-dari-hulu-ke-hilir
Berkat Cawan Group Dukung Program Transisi Energi Hijau Pemerintah

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usaha mereka, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior, Sabtu (5/10). Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti studi kelayakan/feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert. Tidak hanya itu, tutur Albert, perseoran juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. (Z-1) Sumber : https://mediaindonesia.com/humaniora/817814/berkat-cawan-group-dukung-program-transisi-energi-hijau-pemerintah
Akselerasi Transisi Energi Hijau, Berkat Cawan Group Genjot Investasi dari Hulu ke Hilir

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Realisasi investasi di sektor energi terbarukan diakselerasi. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Pemilik PT Berkat Cawan Group, Albert Junior di Jakarta, dikutip dari keterangannya, Minggu, 5 Oktober 2025. Dia menjabarkan bahwa di sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert. Sumber : https://www.viva.co.id/bisnis/1852630-akselerasi-transisi-energi-hijau-berkat-cawan-group-genjot-investasi-dari-hulu-ke-hilir
Berkat Cawan Group Dorong Akselerasi Energi Hijau dari Hulu ke Hilir

PT Berkat Cawan Group mempertegas langkah strategisnya dalam mendukung percepatan transisi energi hijau nasional. Melalui dua anak perusahaan, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perusahaan ini membangun rantai ekosistem energi bersih yang terintegrasi, mulai dari pembangkitan hingga distribusi. Pemilik PT Berkat Cawan Group, Albert Junior, menjelaskan bahwa komitmen ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target net zero emission pemerintah. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan hanya investor. Seluruh inisiatif ini dirancang agar pembangunan energi bersih di Indonesia berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (5/10/2025). Pembangunan PLTA di Sukabumi dan Cianjur Di sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi tengah mematangkan dua proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas besar: PLTA Cibuni (99 MW) di Sukabumi–Cianjur dan PLTA Cimandiri (75 MW) di Sukabumi, Jawa Barat. Serangkaian studi penting telah rampung, mulai dari feasibility study, topografi dan hidrologi, hingga Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) serta studi interkoneksi jaringan. Perizinan dasar seperti PKKPR, pertimbangan teknis pertanahan, dan dukungan dari pemerintah daerah serta Kementerian ESDM juga telah dikantongi. “Penyelesaian studi-studi tersebut menjadi tonggak penting bagi proyek PLTA ini. Saat ini, proyek sudah masuk fase pengembangan lanjutan dan seluruh dokumen kami unggah ke sistem Online Single Submission (OSS) dan dilaporkan secara resmi ke Kementerian ESDM,” tambah Albert. Selain itu, laporan juga disampaikan ke pemerintah daerah, termasuk Bupati Sukabumi, Bupati Cianjur, serta dinas terkait sebagai bentuk keterbukaan dan kepatuhan regulasi. Dorongan Energi Bersih di Sektor Hilir Sementara di sisi hilir, PT Berkat Cawan Milenial fokus mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik nasional melalui rencana pembangunan 7.000 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan telah menyiapkan produk pengisian kendaraan listrik dengan merek STARCHARGE, yang telah lolos uji sertifikasi SNI dan kompatibilitas dari Icon+ PLN. Perangkat ini hadir dalam berbagai kapasitas, mulai 60 kW hingga 260 kW, untuk memenuhi kebutuhan mobil penumpang, bus listrik, hingga truk listrik. Konsep integrasi dari pembangkitan (PLTA) hingga distribusi (SPKLU) diharapkan mampu menciptakan rantai energi hijau yang berkelanjutan. Dengan sistem ini, listrik yang digunakan untuk kendaraan listrik sepenuhnya bersumber dari energi terbarukan. “Langkah ini merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung agenda nasional Go Green Energy dan membangun masa depan energi serta transportasi bersih di Indonesia,” kata Albert. (*) Sumber : https://timesindonesia.co.id/ekonomi/558304/berkat-cawan-group-dorong-akselerasi-energi-hijau-dari-hulu-ke-hilir
Komitmen Total Berkat Cawan Group: Akselerasi Investasi Energi Hijau dari Hulu ke Hilir

PT Berkat Cawan Group menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung program transisi energi hijau yang dicanangkan pemerintah. Dukungan ini diwujudkan melalui langkah strategis perseroan untuk mengakselerasi realisasi investasi di sektor energi terbarukan. Melalui dua anak usahanya, PT Berkat Cawan Energi dan PT Berkat Cawan Milenial, perseroan membangun ekosistem energi bersih yang terintegrasi. “Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan. Dengan demikian, PT Berkat Cawan Group memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target emisi nol bersih,” ungkap Owner PT Berkat Cawan Group, Albert Junior di Jakarta, Sabtu (5/10/2025). Fokus pada sektor hulu, PT Berkat Cawan Energi telah merampungkan serangkaian tahapan krusial untuk pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar. Proyek tersebut adalah PLTA Cibuni dengan kapasitas 99 MW di wilayah administratif Sukabumi dan Cianjur serta PLTA Cimandiri berkapasitas 75 MW di Sukabumi, Jawa Barat. Albert Junior mengatakan, pihaknya telah merampungkan serangkaian studi krusial seperti Studi kelayakan / feasibility study, studi topografi,studi hidrologi, Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), hingga studi interkonesi jaringan yang mendetail. Selain itu, perizinan dasar seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pertimbangan teknis pertanahan, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Kementerian ESDM juga telah diperoleh. “Penyelesaian studi ini menjadi tonggak penting proyek, menandai progres signifikan yang kini memasuki fase pengembangan lebih serius. Seluruh perkembangan proyek juga telah kami sudah upload data melalui sistem Online Single Submission (OSS), situs resmi Kementerian ESDM, serta laporan dalam bentuk Hard Copy ke Menteri ESDM, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, dan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM,” jelas Albert. Tak hanya itu, tutur Albert, perseorang juga memastikan koordinasi di tingkat daerah dengan mengirimkan laporan dalam bentuk hard copy kepada Bupati Sukabumi, Dinas DPMPTSP Sukabumi, Bupati Cianjur, dan Dinas DPMPTSP Cianjur. Langkah proaktif ini menegaskan keseriusan PT Berkat Cawan Group dalam menjalankan proyek sesuai regulasi yang berlaku. Di sektor hilir, PT Berkat Cawan Group melalui PT Berkat Cawan Milenial berkomitmen penuh mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui rencana pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 7.000 titik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan visi tersebut, Berkat Cawan Milenial telah menyiapkan produk stasiun pengisian EV Charger bermerk STARCHARGE yang telah melalui uji standar menyeluruh. Seluruh perangkat telah lolos sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan uji kompatibilitas dari Icon+ PLN, menjamin kualitas dan keamanan tertinggi. Varian kapasitas yang disiapkan sangat beragam, mulai dari 60 kw, 80 kW, 120 kW, 180 kW, 200 kW, hingga 260 kW, yang mampu melayani pengisian daya untuk mobil penumpang hingga kendaraan berat seperti bus listrik dan truk listrik. Konsep terintegrasi dari hulu (pembangkit listrik melalui PLTA) ke hilir (distribusi energi melalui SPKLU) dirancang untuk menciptakan sebuah siklus energi hijau yang utuh. Hal ini tidak hanya mendukung program Go Green Energy pemerintah, tetapi juga memastikan pasokan Listrik untuk kendaraan berasal dari sumber bersih dan terbarukan. “Ini adalah kontribusi nyata kami untuk mendukung program Go Green Energy sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan transportasi dan energi hijau yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Albert.(chm) Sumber : https://www.tvonenews.com/berita/377206-komitmen-total-berkat-cawan-group-akselerasi-investasi-energi-hijau-dari-hulu-ke-hilir